Raja Iblis Ahriman punya satu masalah besar: putrinya, Dou, menyayangi siapa saja!
Gara-gara itu, Ahriman terpaksa menghentikan invasinya ke dunia manusia. Ia cemas karena perilaku putrinya itu sama sekali tidak mencerminkan jati diri seorang iblis. Dou hobi mencari teman, suka menolong, dan senang membahagiakan semua makhluk, termasuk musuh bebuyutan mereka: manusia.
Namun, bukannya memarahi, Ahriman malah sering kali memuji perbuatan baik Dou. Bersama ajudannya, Jahy—yang ditugaskan sebagai pembimbing Dou—mereka berdua berusaha menghilangkan sifat baik hati gadis itu. Tujuannya adalah mengubah putri Raja Iblis dari gadis kecil yang imut, manis, dan ramah, menjadi iblis cilik yang kejam, tak berperikemanusiaan, dan mengerikan.
